Translate

Kamis, 07 Juni 2012

Petir part2

Mimpi yang Aneh..
karya Ismira
   
    Hari yang aneh dalam hidupku mulai terjadi.  cuaca yang tiba-tiba  mendung tapi di musim kemarau yang panjang tetap tak menyurutkan niatku.  Tepat pukul 13.45 aku keluar dari gerbang sekolah, aku berniat untuk mencari sebuah DVD terbaru dari serial games yang menjadi games favoritku. Aku memutuskan lewat perempatan gang yang sempit agar lebih cepat. Siang itu,  aku memutuskan pergi sendiri tanpa memberi tahu kedua saudara kembarku. Entah suatu kebetulan atau apalah itu tapi aku merasa lebih nyaman jalan sendiri tanpa mereka. Kebiasaanku menyendiri mungkin sebagai salah satu penyebabnya.
    Melewati gang sempit diperempatan jalan kampung, membuat hatiku sedikit tersentak. Petir...petir...!!! suara aneh yang belakangan ini mulai mengganggu pikiranku  dan mulai menguji nalarku yang menurutku tidak memiliki gangguan sama sekali. Petir..petir.. suara aneh itu terdengar kembali namun aku tak melihat seorangpun di tempat itu. Eemmm.... mana mungkin ada yang mengenalku di daerah ini.  Aku memutuskan untuk mempercepat langkah kaki di jalan setapak tanpa aspal itu.
    Melewati pembelokan yang memutari pertokoan akhirnya aku sampai di rental kecil yang menyedikan sewa DVD bagi siapa saja yang memiliki kartu anggota atau siapa saja yang berminat, hanya dengan sepuluh ribu rupiah, tiga kaset DVD sudah dapat dibawah pulang selama seminggu. Siang..den, baru pulang? Sapa mang tarjo, pemilik rental tersebut. Kok..baru muncul den? Dendanya udah numpuk tuh..?. sibuk mang..!!! jawabku ala kadarnya. Eman dendannya berapa mang,,, aden udah 6 hari telatnya dikali dua ribu berarti RP 12.000 den. Mendengar logat mang tarjo masih kental  dengan logat  kejawa-jawaannya, membuatku sedikit terhibur. Kenapa aden baru datang? Pertanyaan tersebut kembali dilontarkannya padaku yang masih terbuai dengan logat tersebut. Entah mengapa? Pertanyaan tersebut kembali mengusik hati yang selalu resah dan tak menentu seperti ini seolah-olah peristiwa yang menakutkan akan terjadi padaku.
    Aku tau betul perasaan seperti ini juga perna aku rasakan beberapa tahun silam ketika ibuku meninggal dan sudah lama hilang berganti dengan perasaan yang penuh kebencian terhadap ayahku dan kesendiri. Ya..kesendirian, kepergian ibu untuk selamanya memutuskan tali komunikasi dengan kedua saudara kembarku,,aku lebih senang menyendiri dan menghabiskan waktu dengan bermain games, sedangkan topan dan  Guntur justru mengusik kesendirian mereka di luar rumah.
    Sejak ibuku meninggal kehidupan kami menjadi hancur berantakan,,, Ayahku menjadi pemarah yang abadi, aku  menjadi penyendiri yang cuek dan menjadi pemarah seperti ayahku sedangkan Guntur yang tidak jelas dimana ia selalu berada tidak ada yang bisa menebak,,,yang terparah terjadi pada Topan, ia  masuk dalam band  sebagai gitaris dan menjerumuskannya pada pergaulan bebas dan klub malam.
    Ayahku yang pemarah menjadi semakin jarang pulang seperti Guntur. Rumahku yang mewahseakan menjadi bangunan tanpa tuan. Semenjak di keluarkan dari sekolah karena tawuran, Guntur yang berwibawa, ramah dan cerdas menjadi berandalan sejati. Kehancuran perlahan yang menyenangkan setan.
    Hari sudah mulai gelap ketika aku sampai di rumah, rumah yang gelap tanpa penghuni. Perlahan aku menelusuri ruangan  untuk menyalakan lampu tiba-tiba hatiku mulai merasa sesuatu yang aneh lagi. Petir...petir...!!! suara aneh yang sealu mengganguku kembali lagi. Siap disitu? Siapa itu? jangan main-mainya, kamu pikir saja akan takut ha !!! bentakku terhadap suara itu tapi suara itu justru semain jelas terdengar. Aku bilang siapa itu? kalau berani tampakkan wajahmu !!! gema suaraku yang lantang terdengar jelas di ruangan yang besar itu.
    Lelah membuatku tertidur di sofa. Teng...teng !!! bunyi jam yang menandakan jam 12 malam memangunkanku yang masih mengenakan seragam sekolah. Lapar diperutku membuatku sedikit berkunang-kunang karena pusing akhirnya aku memutuskan untuk memasak air untuk menyiram mie instan. Sepertinya, Ayah, Guntur dan Topan tidak pulang lagi. Di antara mereka bertiga akulah yang selalu setia pada rumah ini,, rumah yang menyimpan sedikit kenangan indah masa kecilku bersama dua saudara kembarku serta orang tua yang masih lengkap. Secarik senyum mengembang di wajahku. Apa yang dikehendaki langit pada keluarga ini tanya batinku?
    Selesai makan, aku langsung menujuh kamarku untuk melanjutkan tidurku yang sempat terbangun tadi. Dengan hanya melepas bajuku saja aku kembali tidur nynyak. Sepeti di malam-malam berikutnya, aku tidak peduli dengan keadaan sekitar, pintu yang tidak terkunci, mampu yang kadang tidak di matikan, TV yang menyala sepanjang hari maupun sepanjang malam yang aku tahu bahwa semua tagihan tersebut bukan aku yang bayar. Aku tak peduli pencuri masuk dan mengjarah semua yang ada. Aku bahkan berharap agar perampok berskala internasional dan sangat profesional datang mengambil semua yang ada di rumah ini dan turut membunuhku. Aku rasa kematian lebih menyenangkan dibandingkan hidup seperti ini.
    Tidurku yang lelap,,,,di padang yang luas, aku berjalan menuju hutan yang lebat mengikuti seekor kijang yang menarik perhatianku. Bibirku tersenyum sembari berlari-lari kecil memasuki rutan yang lebat. Kakiku yang tanpa alas menyinjak ranting pohon hingga menimbulkan bunyi berderik dan membuat beberapa burung segera terbang karena merasa terancam. Aku berlahan kembali mengikuti kijang tersebut yang sudah mulai menjauh.    Perlahan aku mengendap-ndap di balik pepohon besar berharap dapat melihat lebih dekat dipuncak tebing aku melihat kijang tersebut membalikkan badannya padaku seraya menunggu. Aku merayap menelusuri semak-semak dan bertahan tanpa gerak di pingir tebing. Tiba-tiba kijang tersebut memanggil namaku...petir...petir kemari !!! aku kaget setengah mati dan tanpa berkutip kijang tersebut mengentakkan kaki belakangngnya lalu sekuat tenaga menerjangku dan aku yang tidak siap akhirnya terjatuh dalam jurang yang dalam....aaaahhhhh!!! aduk teriak sekencang-kencangnya.ak Aneh,,tapi aku masih berada dipuncak tebik  melihat tubuhku yang tidak berdaya terjatuh tapi anehnya aku tidak merasa sakit sama sekali,,,lalu siapa yang terjatuh tadi? Seperti diriku tapi bukan aku,, lalu siapa ?  aku terbangun dengan  keringat dingin yang telah membasahi jidatku dan kaos dalam yang aku kenakan. Aku tersadar,,,uhhh kenapa akau selalu bermimpi yang aneh beberapa minggu ini dan mimpi itu selalu sama selalu ada yang memanggil-manggil namaku.
    Dalam pergulatan batinku tiba-tiba bel berbunyi. Siapa yang datang dini hari seperti ini, aduuhhh...ganggu ajak !!!. ya,,,siapa ?? aku membuka pintu, maaf apa benar ini kediaman saudara Guntur. Eemm...iya benar, ada apa ya,, pak ko malam-malam begini pak polisi...maaf dek !! jawab seorang pria tegap dengan seragam lengkap tersebut,, apa orang tua adik ada di rumah??  Maaf kedua orang tua saya sedang tidak di rumah. Memang ada apa ya pak ??  begini de’..saudara Guntur, tewas malam tadi karena ikut ikut balapan liar dan mengemudi dalam keadaan mabuk karena pengaruh obat terlarang !!! tersentak aku mendengar kabar buruk tersebut ,, bisa adik ikut saya untuk memastikan korban? Iya..pak suaraku yang aparau dicampur gemetar hanya dianggukan oleh pak polisi yang mengerti apa  maksud ucapannku.
    Bagai kehilangan,sebelah sayapku.. aku kehilangan saudara kembarku, belahan jiwaku...mimpik aneh mungkin menjadi pertanda tersebut. Yang terjatuh dalam tebing itu bukan aku tapi Guntur kakak kembarku yang baik hati tewas secara tragis di jalan raya, di tengah malam yang dingin di tengah kejamnya dunia tanpa pesan dan kesan, tanpa sepatah kata tanpa seseorang di sisinya tapi ia menghadap Pencipta seorang diri tanpa seseorang yang berarti di sisinya. Mengapa seperti ini akhir hidupmu,,, ???
    Ayah..dimana dirimu ,,,Topan kamu dimana. Dimanakah kalian tidakkan kalian memiliki rasa,, tidak inginkah kalian melihat tubuh yang telah kaku ini,,,?? Dimana kalian berada sekarang tak banyak waktu yang tersisah untuk Guntur yang berwibawa,, tak inginkah kalian bertemu untuk terakhir kalianya.??? Dimanakah kalian dang mengapa harus seperti ini. ...

                                           *****bersambung******
  

Petir part 1

Bukan Karena Nama Tapi Tanggal....
        Karya: Ismira Yanti


    Petir...petir...!!! itulah namaku, aneh bukan!!!
Ya,,namaku memang petir, yang selalu diidentik dengan hujan yang deras dan angin yang kencang. Entah...apa yang ada dalam pikiran orang tuaku ketika memberikan nama tersebut. Keluargaku memang unik, kami tiga bersaudara yang kembar identik namun memiliki karakter yang berbeda.  Sama hal seperti diriku, kedua saudara kembarku juga memiliki nama yang aneh dan tidak umum digunakan. Kakak kembarku bernama Guntur sedangkan adik kembarku bernama Topan. Jadi lengkaplah kami menjadi trio penyenta hujan, Guntur, Petir dan Topan. 
    Trio penyerta hujan,,, sapaan akrab untuk si kembar tiga. Mungkin sapaan tersebut takkan berlaku jika ayah dan ibuku berkenan menambahkan embel-embel di akhir atau di awal nama kami bertiga seperti nama Putra atau wardana. Sehingga dengan senang hati, aku akan mengganti namaku itu dengan nama awal atau nama akhir tersebut. Tapi sialnya, kedua orang tuaku enggan menambahkannya tanpa berpikir dampak yang ditimbulkan nama tersebut. Sehingga kami bertiga menjadi bulan-bulan anak-anak  di sekolah dulu sebagai trio penyerta hujan.
    Pada dasarnya pemberian nama itu didasarkan pada makna dan peristiwa yang terjadi ketika kelahiran  sang anak.  Dasar itulah yang menjadi pegangan dan jawaban pamungkas Ayahku untuk menjawab pertanyaan kami bertiga sewaktu kecil dulu. Karena menurut sejarah kelahiran kami pada saat itu  tepatnya tanggal tiga belas bulan April tahun 1997 terjadi hujan deras dan angin kencang yang melanda kota kami. Pada saat itu, ayahku yang seorang petinggi di salah satu perusahaan swasta di kota ini sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit bersama ibuku yang dalam keadaan sekarat karena akan segerah melahirkan. Jalan ibu kota yang dipenuhi banjir memaksa ayah dan ibuku berjuang keras untuk mewujudkan keinginan kami untuk melihat dunia. Dan akhirnya harapan dan keinginan kedua orang tuaku dijawab oleh Tuhan setelah empat tahun menanti.
    Di rumah salah seorang warga, tangis tiga orang bayi kembar berhasil lahir di dunia dari ranim mantan pramugari maskapai terbesar di negeri ini tanpa pertolongan dokter.  Disertai dengan deru hujan yang terus menghantam tercetuslah tiga nama sepektakuler aneh, Guntur, Petir dan Topan. Nama yang menurut ke dua orang tuaku merupakan nama yang indah yang  dinama itu, mereka gantungkan harapan dan masa depan yang indah. Nama  yang tiba-tiba tercetus ketika ayahku selesai membacakan Azah di kuping kami bertiga. Dan langsung disetujui tanpa dilakukan pemungutan suara terlebih dahulu.
    Guntur, Petir, dan Topan si trio penyerta hujan. Walaupun kami kembar identik tapi kami memiliki karakter yang berbeda. Guntur yang kakak memiliki karakter pemimpin yang  berwibawa, cerdas, dan ramah. Sedangkan aku kembar yang berada di tengah berkarakter cuek, jenius dan penyendiri . Berbanding 360% dengan adik kembarku Topan yang selengean, suka bercanda dan suka melakukan petualangan.  Kami bertiga memang cerdas dan selalu mendapat rengking pertama, kedua, dan ketiga dalam urutan siswa berprestasi di sekolah. Namun, bukan berarti kami tidak menjadi bahan lulucon anak-anak. Trio penyerta hujan, sapaan yang membuatku enggan untuk bergaul dengan anak-anak lainnya. Entahlah..tetapi sapaan tersebut selalu mengusik batinku.
    Walaupun di masyarakat, keluargaku terlihat harmonis dan sejahtera namun semua hanyalah kamuflase semata. Ayahku yang awalnya menganut  ajaran tianghoa (Cina) sebelum menjadi mualaf dan menikah dengan ibuku yang merupakan keturunan indo-arab  yang sangat taat beragama. Adalah sosok yang  sangat baik hati dan bersahaja  .Namun, kini menjadi sosok yang menakutkan, pemarah yang membenci keberadaan kami bertiga. Entah dari mana asal-muasal kebencian tersebut.
Melihat betapa tulusnya orang-orang melihat keluargku, membuatku selalu marah pada keadaan dan pada diriku sendiri. Semua berawal dari perkataan ayahku yang menurutku sangat menyakitkan dan membuatku tak dapat memaafkannya. Apa yang salah padaku dan kedua saudara kembarku, kami tidak meminta dilahirkan  di dunia yang fana ini dan kami tidak perna memaksa untuk hal itu. justru, kami bersyukur lahir dikeluarga yang jelas dan berada ini. Tapi, mengapa kami disalahkan atas musibah yang menimpah keluarga ini setelah kelahiran kami bertiga.
    Mungkin Tuhan berkehendak lain tetapi setelah kelahiran kami, keluargaku yang harmonis mulai terusik. Berawal dari turunnya harga saham di pasar saham yang menyebabkan perusahaan tempat ayahku bekerja mengalami krisis ditambah lagi dengan banyaknya uang nasabah yang di bawah lari dan digelapkan oleh petinggi bank lainya. Membuat ayahku turut bertanggung jawab atas nasib para karyawan dan kelangsungan perusahaan tersebut. Keadaan yang buruk tersebut sangat sulit di atasi dan membuat Ayahku melakukan pinjaman ke pihak lain dengan jaminan seluruh aset keluargaku.
.Beberapa tahun berlalu, kami bertiga telah remaja dan kini kami telah duduk di bangku kelas dua SMP  di sekolah yang sama.  Sore  itu tepat tangga 12 April 2009 kami, trio penyerta hujan akan merayakan ulang tahun yang ke-12 . Sambil menunggu jam pergantian malam, Guntur kakak kembarku mendapat telpon dari teman karibnya, Angga, bukan  ucapan selamat yang kami terima melainkan kabar buruk. Angga  memberitahukan bahwa telah terjadi kecelakaan pesawat pada yang terbang jam 7  malam waktu Bangkok . Kami panik dan khawatir memikirkan keadaan Ibu kami yang juga berada di Bangkok untuk melaksanaan tugas keprofesionalannya. Ibuku yang merupakan mantan pramugari kembali dipanggil oleh perusahaannya yang dulu untuk bekerja dan itu menjadi salah-satu penopang perekonomian keluargaku yang kurang stabil saat itu.
    Bagaikan tersengat listrik, kami  menyadari bahwa jika ibu kami terbang jam 2 siang waktu Bangkok seharusnya sudah  berada di rumah  sejak tadi karena sekarang telah jam 9 malam sedangkan penerbangan dari Bangkok ke kotaku hanya sekitar tiga jam.  Dan jelaslah sudah, mendengung kelabu kembali menyelimuti keluargaku. Ibuku tercinta turut menjadi korban kecelakaan pesawat tepat ketika kami hendak merayakan hari ulang tahun kami. Tanggal 13 April. Ibuku menjadi salah satu pramugari yang meninggal dalam peristiwa tersebut. Satu alasan yang tak kami ketahui, mengapa ibuku tidak jadi terbang pada jam dua siang waktu Bangkok tetapi  menggantinya dengan jam 7 malam .
    Ya..tanggal 13 bulan Empatlah yang membuat ayahku sangat membenci kami bertiga. Banyak alasan memang yang melatarbelakangi kebencian tersebut. Pertama, turunnya nilai saham ayahku juga tepat pada tanggal 13 bulan April 1999  yang membuat keluargaku hampir bangkrut dan rumah kami menjadi tawanan bank hingga kini. Kedua, ibuku meningggal dunia juga pada tanggal dan bulan yang sama 13 April 2009. Dan sialnya kami juga lahir ditanggal dan bulan yang sama. Ditambah dengan musibah-musibah lain yang menimpah kelurgaku yang juga di tanggal yang sama walau dengan bulan yang berbeda atau sebaliknya di bulan yang sama namun pada tanggal yang berbeda. Semakin mengukuhkan kenyakinan Ayahku bahwa keberadaan  kami bertigalah yang menjadi  asal muasal semua kesialan tersebut. Aneh...memang tapi menurut ayahku yang memang dibesarkan di lingkungan Chinis, angka tiga belas dan angka empat adalah angkat sial dan angka yang mati dalam perhitungan mereka dan Ayahku paham betul akan hal tersebut sehingga tepatlah bahwa semua bukan karena nama tapi karena tanggal. Tanggal tiga belas dan tanggal empat yang menguras nalar manusia.
    Kebencian yang semakin memuncak, membuat keluarga ini menjadi hancur berantakan. dan aku mengapa jadi seperti ini? Mengapa aku memiliki sesuatu yang misterius dan dapat menghancurkan, kekuatan seperti apa ini ?, mengapa aku bisa membunuh dan mengapa mesti ayahku korbanya ? kenapa Guntur, kakak kembarku  dapat meninggal dini hari di jalan raya tanpa seseorang yang dikasihi di sisinya. Mengapa Topan bisa terjerumus dalam dunia yang kelam ? mengapa…mengapa bias terjadi ?
                                                                 *** bersambung****

Tau Nggak Sih...!!!!!

Bawang putih atau Allium sativum L. Memiliki banyak kandungan kimia yang bermanfaat buat tubuh kita loh..!!. Bawang putih mengandung zat alisin yang mengandung berbagai khasiat, diantaranya khasiat untuk melindungi vitamin B1 (thimine) yang terdapat dalam makanan sehingga tubuh dapat memanfaatkannya secara optimal. Zat ini juga mampu menstimulasi gerak peristaltik pada dinding usus dan memacu gerakan perut sehingga dapat meningkatkan sekresi enzim-enzim pencernaan dan menyebabkan makanan menjadi mudah untuk dicerna. Alisin juga mempunyai kemampuan untuk bersatu dengan protein yang berdaya antibiotik untuk kemudian membunuh kuman, bakteri, ataupun jamur penyebab penyakit. Zat ini juga mampu mengenai sel-sel saraf yang sakit sehingga dapat menghilangkan rasa nyeri. Selain itu, alisin juga mampu berkaitan dengan lipoid dan kemudian memberi efek menenangkan bagi tubuh.
    Bawang putih juga kaya akan zat-zat yang membuatnya menjadi hepatroptektor (pelindung hati), dan dapat menghambat kerja sel sarkoma yang dapat menyebabkan kanker payudara. Waw...jadi para lady’s jangan pantang untuk mengkonsumsi bawang putih ya !!!.  Zat thiamine yang dikandungnya berfungsi sebagai pembentuk senyawa yang bersifat allithiamin (senyawa vitamin B1) yang mencegah sembelit. Sedangkan kandungan salvatine yang ada mampu mempercepat pertumbuhan jaringan dan sel-sel manusia dan mestimulasi sisten syaraf.
    Bawang putih juga mengandung zat diallidisulfida yang  dipercaya sebagai zat anticacing. Selain itu, bawang putih juga berkhasiat melancarkan aktivitas fibrinolitik (pelarutan dan penggumpalan darah) sehingga dapat mencegah penimbunan plak dalam pembuluh darah arteri sehingga banyak orang menggunakan bawang putih sebagai salah satu alternatif yang mudah, murah dalam mencegah menuaan dini. Jadi,  para insan yang ngk pengen cepat tua perbanyaklah mengkonsumsi si kecil ini.

Titik


 satu kata tak bermakna
 sebuah karya tak berbingkai
Penanda akhir sebuah perjalanan
Penanda awal yang baru dimulai
Menuliskannya hanya membutuhkan sedikit tinta

Bagai noda kecil di kerta putih
Bagai debu di lantai yang bersih
Itulah titik yang tak dianggap
Namun kehadirannya begitu nyata

Cukup diingat tak perlu dibanggakan
Tak perlu besar untuk menjadi penting
Tak perlu  berharga untuk menjadi mahal
Cukup menjadi titik
namun mampu melukis dunia


AKU PERCAYA Untuk kau yang mungkin telah lupa

Karya Ismira

Sahabatku....
Mungkin kau telah lupa
Saat kita melangkah bersama di tengah hujan
Saat kita berusaha merajut mimpi yang indah
Saat itu  kau berkata berkata
Kita akan selalu bersama
Selamanya...

Tapi mengapa saat aku terjatuh di tengah badai
Kau malah berpaling meninggalkanku
Meninggalkan pedih karena penghianatanmu
Bukankah kau akan selalu ada
Di saat suka dan dukaku

Entahlah, tapi aku percaya
Kau adalah anugerah terindah
Yang diberikan Tuhan
Untuk mewarnai lembar kisah hidupku yang kelam
Dan aku percay itu

Tipu Daya




Dunia kini penuh tipu muslihat
Manusia baik menjelma menjadi  iblis yang jahat
Manusia Jahat berubah menjadi melaikat penolong 
Semua wajah mengenakan topeng kesucian
Ketika mentari menyongsong fajar

Apa yang dapat dilakukan manusia
Ketika generasi baru tumbuh
Ketika yang muda bertanya
Ketika semua kesucian dipertanyakan
Tanda tanya selalu terpampang dijidat
Menagih penjelasan yang tak perna ada

Permainan kata dan pergantian topeng
Jadi  solusi yang justru tidak memecahkan kebuntuhan
bUjuk rayu dan kata maaf kini telah diragukan
Sebab dunia telah penuh tipu daya



Tips :

Langkah Mudah Menentukan Judul


Udah semester akhir tapi belum nemu judul yang tepat baut diajuki.  Eemm...mencari judul tidaklah sesulit yang kita bayangkan loh !!!. Berikut ini, beberapa langkah mudah yang bisa Anda coba untuk menentukan judul yang tepat untuk skripsi, tesis, disertasi, tugas akhir, tugas khusus dan penulisan karya ilmiah lainnya.

1.    Sesuaikan Judul dengan basic interest/ kesukaan
         Poin pertama yang perlu diperhatikan adalah basic interest/ kesukaan. Bagaimana kita bisa menjadi mau mengerjakan sesuatu yang tidak kita sukai? Pasti hasilnya juga kurang bagus deh !
           Faktor  kesukaan sangat penting dalam menentukan judul karena jika kita mengerjakan sesuatu yang kita suka pasti akan kita lakuin dengan sepenuh hati. Beda halnya, jika mengerjakan sesuatu dengan terpaksa pasti hasilnya kurang bagus alis hasilnya juga dipaksakan. Dengan menentukan judul sesuai dengan kesukaan Anda, maka akan menambah gain interest atau alasan melakukan sesuatu dan bertanggung jawab nantinya terhadap judul yang telah ada pilih.

2.    Sesuaikan dengan kemampuan
          Langkah berikutnya yaitu sesuaikan dengan kemampuan Anda. Secara langsung kemampuan turut mempengaruhi performent ke depannya ketika Anda mempertanggungjawabkan judul yang telah Anda susun.  Kemampuan bisa memberikan kontribusi yang maksimal terhadap karya tulis yang akan Anda buat. Akan riskan jadinya jika Anda menentukan sebuah judul karya ilmiah, namun Anda tidak mempunyai kemampuan terhadap apa yang Anda akan kerjakan.
      Judul yang dipilih tanpa disesuaikan dengan kemampuan justru akan memperberat tugas Anda. Banyak waktu yang terbungan percuma untuk mendapatkan informasi terhadap materi judul yang akan Anda buat sebab Anda harus belajar dari awal materi-materi tersebut belum lagi waktu yang Anda butuhkan untuk mencari referensi pendukung lainnya. Jadi, pertimbangkanlah !!


3.    Simulasikan hasil judul sementara dengan kebutuhan masyarakat
           Makna dari membuat sebuah karya tulis  yaitu  sebagai alasan bahwa apa yang telah kita hasilkan memberikan kontribusi yang berarti bagi orang lain. Apa gunanya jika karya tulis yang kita buat dengan bersusah payah hanya menjadi kertas berisi materi untuk melunturkan tanggung jawab kita sebagai seorang mahasiswa dan hanya untuk memperoleh gelar semata.
Mensimulasikan karya tulis dapat kita lakukan dengan bertanya langsung, membagikan angket dan berbagai hal yang dapat kita lakukan untuk memperoleh data yang valid yang dapat memberikan informasi tentang kebutuhan masyarakat sehingga karya tulis yang kita buat dapat bermanfaat.

4.    Cari referensi yang mendukung
            Referensi ini merupakan langkah terpenting lainnya setelah Anda menentukan judul. Tidak mungkinkan kita menulis karya ilmiah tanpa menggunakan referensi sebagai dasar materi.  selain itu, mungkin judul yang Anda ambil sudah perna dipakai oleh orang lain lebih dulu  jadi tidak ada salahnya jika kita mencari referensi sejenis sebagai bahan bandingan. Berbagai referensi dapat Anda temukan melalui;
a.    Karya ilmiah sejenis
        Karya ilmiah sejenis adalah cara paling gampang untuk mencari judul karya tulis ilmiah. caranya cukup melihat pada bagian saran. Biasanya peneliti terdahulu menyarankan para peneliti selanjutnya mengenai hal-hal yang kurang dapat penelitian tersebut sehingga perlu diteliti lebih lanjut. Selanjutnya hasil saran yang ada dapat Anda sesuaikan dengan judul yang akan Anda ambil. Tetapi perlu diingat jangan mengambil judul yang sama minimal sudah berganti wajah sehingga Anda tidak dianggap plagiat.
b.    Internet
          Pencarian di internet memang lumrah, tetapi jangan terkesan mengkopi paste materi tersebut. Pelajari dan simpulkan materi tersebut. Untuk pencarian materi Anda dapat mengunjungi situs-situs seperi www. Wikipedia.org 
c.    Buku
         Buku adalah pasokan materi yang paling diakui keabsahannya. Oleh karena itu, carilah buku-buku tingkat internasional sehingga derajat kualitas materi diakui. Kalau dari tingkat nasional carilah penerbit yang menjadi rujukan materi dari apa yang Anda pakai dan yang dipakai dosen atau pengajar juga diakui praktisi.
d.    Majalah/ surat kabar
          Media biasanya menjadi salah satu sarana untuk menemukan judul yang bagus karena media selalu digunakan oleh para praktisi mengeluarkan pendapat sehingga kita dapat memperoleh informasi. Selain itu, media seperi majalah dan surat kabar biasa memapilkan hasil penelitian dalam bentuk artikel atau jurnal ilmiah.

5.    Sharing dengan dosen, teman, lainnya
       Sharing ini sangat penting loh...melalui sharing kita dapat memperoleh saran dan kritik  dalam pengambilan keputusan menentukan judul.  Dengan sharing Anda dapat mengetahui kelebihan, kekurangan, kelemahan dan yang menjadi kekuatan dari judul Anda. Oleh karena itu sebaiknya Anda melakukan shering dengan orang-orang yang mengetahui materi dalam judul seperti dosen dan teman-teman Anda.

Selamat Mencoba !!!!